Anak

Saya tidak mengerti. Saya gagal paham manakala membaca berita tentang pembunuhan yang ternyata pelakunya adalah anak-anak/remaja.

Saya membayangkan betapa kehidupan saya di masa sd/smp hanyalah berisi canda tawa dan berantem beranteman kecil sama saudara atau teman sekolah saya.
Itupun kemudian saya lupa, bagaimana akhirnya kami berbaikan kembali.

Saya membayangkan wahai pergolakan batin macam apa yang melanda anak tersebut sehingga mampu membunuh.
Saya membayangkan bagaimana seharusnya anak itu bersenang senang dan bermain main, bukan membunuh saat hatinya kesal.

Menelusuri pertanyaan saya, membawa saya ke satu jawaban: kasih sayang. Kasih sayang orangtua. Karena saya yakin, anak anak yang ditumbuhkan dengan kasih sayang, insya Allah akan tumbuh menjadi pribadi pengasih juga.
Lain halnya apabila memang terdapat kelainan psikologis atau mental sejak lahir.

Saya jadi iba. Macam manakah anak pembunuh itu dibesarkan? Dengan amarahkah? Dengan bentakan bentakankah? Dengan ancaman ancamankah? Dengan pukulan pukulankah?
Sedih sekali membayangkannya. Saya malah jadi ingin memeluk anak tersebut untuk memberinya kasih sayang dan rasa aman. Karena anak anak tidak pernah minta untuk dilahirkan. Tidak pernah.

Mengaca pada diri sendiri, saya malu. Karena apa apa yang saya pertanyakan tadi, masih pernah juga saya lakukan pada anak saya kalau lagi gak bisa mengontrol emosi dengan baik.

Kita, yang anaknya masih kecil kecil sekarang, masih punya kesempatan, sungguh. Ayo peluk mereka sekarang. Cium mereka. Usap kepalanya, dan bisikkan doa doa yang terbaik untuk mereka.

Semoga, semoga saya menjadi ibu yang lebih baik lagi.
Tetap semangat.

Tangerang, 7 Juli 2013

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s