Mengenangmu, Koko

Malam jum’at, yasin itu saya buka. Sengaja saya ambil dari rumah mama saya yasin yang satu ini,untuk mengingatkan saya akan kematian yang begitu dekat.

Sebelumnya saya mohon maaf kepada seluruh keluarga besar teman saya ini,karena telah mempostingnya tanpa persetujuan. Tidak ada niat apapun, kecuali mendoakan beliau.

Almarhum Dwi Hapsoro Adinugroho (dulu sy memanggilnya Koko),lahir di Jakarta,1 Oktober 1981 dan meninggal di Jakarta,7 September 2005..
Saat itu usianya berarti 24 tahun,usia yang masih sangat muda.
Bahkan saya merasa hidup sampai 30 tahun ini masih amat singkat. Tapi alm.Koko hanya hidup di dunia ini jauh jauh jauh lebih singkat dari saya.
Saya dan Koko sempat menikmati satu SD dan SMP yang sama,di SMA kita berpisah,tapi memang kami tinggal di komplek yang sama,Pepabri.meski sekomplek,intensitas pertemuan kami sangat jarang,namanya juga jaman dulu,cewek main sama cewek,cowok sama cowok (apa sy yang gak gaul ya hehehe).
Apalagi saat kuliah dan kos di depok,makin gak pernahlah sy bertemu muka sama Koko. Hingga di suatu pagi, tau tau saya mendapatkan kabar mengejutkan dari mama, bahwa Koko telah mendahului kita semua.
Kebetulan saat itu saya lagi di Pepabri, bukan di Depok. Maka bergegaslah saya melayat ke rumahnya. Di sana sudah banyak orang berkumpul,tetangga, keluarga, dan teman teman Koko dari Univ Trisakti. Juga ada Gustaf teman dekat Koko. Gustaf ini teman komplek, TK,SD,dan SMP saya juga. Wajah-wajah yang hadir nampak begitu terpukul. Bagaimana tidak, usia Koko masih sangat muda. Masih banyak harapan dan cita citanya, keluarganya dan para sahabatnya. Namun Tuhan berkata lain. Koko harus menghembuskan nafas terakhirnya akibat penyakit tipes dan dbd (ini kalau sy tidak salah ingat, insya Allah benar).

Melihat wajah orang yang kita kenal terbujur kaku,terasa berbeda. Terngiang pertanyaan besar mengapa? Dan kapan kita akan di posisi almarhum? Sy ingat kami mendoakan dan kemudian menghantarkan Koko ke peristirahatan terakhirnya di pemakaman dekat komplek. Setiap lewat pemakaman itu,sy selalu teringat Koko.
Koko, semoga tenang disana ya.Meskipun kita gak pernah dekat, bahkan gak pernah ngobrol, namun Koko mengingatkan saya akan satu hal yang sangat penting, persiapan.
Entah kapan, di waktu yg tak terduga, di tempat yg tidak terprediksi, kelak saya akan terbujur kaku juga.
Innalillahi wainna ilaihi roji’un. Semoga kelak kita semua husnul khotimah. Aamiin.

Teman teman yang mengenal ataupun tidak, mohon kirimkan doanya untuk Koko ya, trims.


Temanggung,8Des2011

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s