Sanctum (sebuah review)

Wuiiiiih ini salah satu must watch movie deh pokoknya. Keren bangeeet…. Saya gaakan nolak kalau diajak nonton lagi. Ditulis Mei 2011 di facebook saya.

Nonton Sanctum saat berkesempatan ke Jakarta, adalah momen terbaik yang saya alami selain bertemu teman teman Bkp 01.

Momen memegahkan dalam otak saya yang paling teringat jelas adalah ketika helikopter tiba di entrance utama Gua,yang besarnya mungkin 5x lapangan bola,teronggok menganga dengan gagah di tengah hutan di Papua. Dramatis.. Sejenak mengembalikan memorabilia saya tentang Luweng Ombo di Jawa Timur..

Adegan adegan berikutnya akan memuaskan hasrat para petualang terutama caver yang sudah lama tidak bercengkrama dengan Gua..
Semacam bermain main dengan memori,mengingat istilah istilah per Gua an yang sudah lama terlupa..
Saya cuma ingat rimstone, stalaktit,stalagmit,rappeling,anchor,dan beberapa hal kecil lainnya..
Awal awal film ini memang benar benar memanjakan kita,menyentil nurani liar petualang kita,memacu adrenalin yang sekian lama tidak terpacu,menduga duga ada apakah di bawah sana,ada apakah di depan sana,dan hanya bisa terjawab kalau kita cukup bernyali untuk menelusurinya.. 🙂

Beruntunglah film ini “ceritanya” sudah berjalan 3 bulan lamanya,jadi kita gak perlu berlama lama nunggu rapat pemasangan anchor,rapat pembentukan sistem komunikasi _yg pastilah super canggih dlm film ini,rapat tim konsumsi untuk pemilihan makanan yg simpel tapi berenergi tinggi,rapat pengumpulan alat2_yang juga super canggih dan lengkap hehe.. Kemudian setelah itu pemasangan tali anchor utama dari mulut gua ke dasar yang wallahu alam berapa ratus meter.. _nggak kebayang waktu naik turun harus ngelewatin berapa sambungan 😦 ..
Terus lagi mereka musti eksplore dasar Gua untuk mencari entrance berikutnya…
Terus lagi mereka harus hauling berton ton perlengkapan…
Terus lagi.. Terus lagi…
Waaaaaaaahhhhhh filmnya bisa bisa durasinya setahun,kayak persiapan ekspedisi di Mapala…hehe

Setelah puas melepas rindu sama Gua,baru deh kita masuk ke drama film yang gak kalah mencekam.. Kalau tadi unsur alam yang benar benar memukau membuat kita gak berhenti menggumamkan kebesaran Tuhan,ketika tokoh tokohnya mulai berkarakter,baru lah dipadukan unsur alam dan manusianya… Dan dimulailah satu persatu manusia manusia yang tadinya bernyawa dan berdiri tegap itu,menjadi tak bernyawa, satu, demi satu…

Terlalu indah dan mencekam memang untuk diceritakan keseluruhan film ini,dan terus terang saya gak ada ide buat menuangkannya dalam kata kata. Namun mengungkit sisi hati terdalam saya,dan mungkin teman semua, untuk sekedar mengingat momen, saat dimana kita pernah merenung seorang diri di;
Tengah lorong Gua;
Tengah hutan mana;
Pitch tebing kesekian;
Jeram sungai mana;
Tengah lautan beberapa meter di bawah permukaan laut; …
Menikmatinya,benar benar menikmatinya,dan bersyukur bahwa kita pernah dan bertekad masih akan menikmatinya suatu saat nanti…

Beberapa dari kita mungkin terpilih untuk memiliki “rasa” itu, dan kita benar benar bersyukur karenanya.. Apalagi teman teman kita baru saja menginjakkan kakinya di atap dunia, ah,bagian mana dari darah kita yang tidak bergejolak..

Sanctum: nonton deh 🙂

Pekalongan, 28mei2011

*untuk semua yang mencintai alam…*

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s