lari

2014: Diari, Berlari dan Mendaki

Kemarin kemarin saya belum sempat corat coret tentang pencapaian selama tahun 2014. Ciyeee pencapaian… Masa iya emak emak rempong ini punya pencapaian? Ngaca dong sama daster! Wkwk..
Punya doong… Hihi
Jadi ya, terlalu merendahkan diri juga gak baik buat jiwa. Okelah kita emak rumah tangga, okelah kita gak punya sesuatu yang “besar” untuk dibanggakan, tapi salah juga untuk meremehkan diri sendiri… Ini sih penghiburan buat saya aja, bebas dong, tulisan juga tulisan saya… Hahaha

Pertama,

Tahun 2014 menjadi tahun lahirnya blog alias diari saya. Hihihi. Meskipun semuanya tulisan asal asal dan lebih ke arah curcol, namun dari dalam lubuk hati yang paling dalam, saya masih berharap blog ini ada manfaatnya buat orang lain 🙂
Sebenarnya sudah ingin bikin blog dari laaaamaaaaaa sekali. Tapi rasa rasanya, lebih mudah mencari alasan untuk menunda memulai suatu pekerjaan dibanding mengerjakannya.
Iya apa iya?

Gaada waktu. Ribet urusin anak. Baru mau ngetik sebentar sudah ada suara suara merdu yang tidak pernah berhenti memanggil. Suaranya: “Bunda… Mau minum Milo..”
“Bunda… Mau main ps.. Colokin kabelnya..”
“Bunda… Mau pipis…”
“Bunda… Mau nonton film Frozen…”
Hehe
Gak habis habis satu novel kalo ditulisin semua kemauan para boss itu.
Kapan bisa nuliiiiiissss???
Alasan.

Pengen pake laptop aja nulisnya. Laptopnya ada, tapi dengan sukses huruf huruf keyboardnya dipretelin Raras waktu dia umur setahun. Ada beberapa yang bisa dipasang, tapi ada banyak juga yang patah. Jadinya males gitu deh. Gak bisa ngetik cepet. Padahal kan saya harusrusrus ngetik dengan cepat biar ide gak keburu hilang.
Alasan.

Gak ada sinyal internet yang ok. Saya pengennya tuh blognya sempurna. Desainnya, hurufnya, bla bla bla.
Alasan.

Ujung ujungnya,
Saya membuat blog dan menulis semua artikel dari hp saya. Hahaha.
Dimana ada kemauan, di situ ada jalan.
Jangan remehkan pepatah itu, bener banget dan sudah terbukti berkali kali.

2015/01/img_6747.jpg

Dengan modal hp dan aplikasi wordpress yang alhamdulillah bisa diunduh gratis, jadilah blog ini.

Meskipun baru sedikit tulisan yang baru, dan kebanyakan tulisan lawas, lumayanlah buat emak emak ini.

Kedua,

Tahun 2014 menjadi tahun pelarian saya.
Hah?
Pelarian dalam arti sesungguhnya.
Berlari.
Setahun ini, berkat lagi lagi kecanggihan hp, saya bisa mengukur bahwa lari saya mencapai 153,7 km…
Hore buat saya 🙂
Ya ya ya. Angka itu gak ada apa apanya buat orang lain yang pada lari lari marathon di gunung.
Tapi buat saya? Itu okeh bangeth!
Padahal saya hanya berlari 5 kilo setiap minggunya. Beberapa kali libur, dan beberapa kali 6 kilo. Tapi ternyata hasilnya bisa 100 kilo gitu. Lumayanlah…

Memberi makna pada saya, bahwa apapun yang kita lakukan, meskipun sedikit, apalagi rutin, pasti suatu saat akan mendatangkan hasil. Jangan pernah merasa kecil karena hanya bisa melakukan hal hal sepele yang tidak ada gunanya di mata orang lain. Tetaplah positif, tetaplah optimis, bahwa kebaikan akan menghasilkan kebaikan pula.
Berjuanglah semampu kita.
Eh, apa hubungannya sama lari ya? Gak ada. Hehe.

Masih tentang lari, sebenarnya di awal tahun 2014 saya tidak pernah menargetkan bahwa lari akan menjadi hobi baru saya.
Tapi ya karena lagi ngehits, rugi rasanya kalo gak ikut ikutan. Hahaha. Awalnya ya begitu. Eh lama lama enak juga. Jadi keterusan meskipun hanya seminggu sekali.
Ada rasa malas itu pasti, tapi kata si Nike: “You can’t finish first if you never start”
Iyalah, gimana mau finish kalau gak pernah start.

2015/01/img_6663-0.png

Awal berlari, 3 kilo menjadi titik depresi. Dari awal pengennya minimal 5 kilo. Jadi stress sendiri. Tapi santai aja larinya. Akhirnya selesai juga 5 kilo.
Apalagi ke sini sini pake temen musik sambil lari, jadi santai banget. Asik lah. Gratis pula olahraganya.

Berlari juga mengajarkan saya tentang komitmen.
Komit untuk terus berlari sampai target yang ditetapkan. Kalau diturutin sih maunya berhenti terus. Semuanya sesungguhnya tentang mental. Sama seperti naik gunung.

Membaca artikel artikel tentang bagaimana berlari yang benar juga akan membantu sekali agar pernafasan teratur, tidak cepat lelah dan menghindari cedera. Banyak kok kalau mau dicari di google.
Jangan malas!

Eh, ngomong ngomong playlist saya jadul banget deh. Nih kayak gini.

2015/01/img_6734-0.png

Ketiga,

Berhasil naik gunung Merbabu November lalu.
Sepak terjang dan kegagahan saya kala mendaki Merbabu saat itu bisa dibaca di sini.. Hahaha.
Merupakan pencapaian yang membanggakan terutama bagi jiwa dan raga saya sendiri.

2015/01/img_6750.jpg

Naah maka demikianlah beberapa (3 biji) pencapaian yang dapat saya ceritakan saat ini.
Udah segitu aja?
Hehehe, iya.
Semoga tahun depan lebih banyak pencapaian yang dapat saya tuliskan.
– Bisa naik gunung lagi
– Bisa manjat tebing lagi
– Bisa nyobain trail running
– Bisa terus lari
– Bisa nyetir mobil (tapi mobilnya belum ada :D)
– Bisa… Bisa…Bisa….

Semoga Allah melindungi kita semua. Menjalani tahun ini dengan sehat, bahagia, berkumpul dan berbagi dengan orang orang tercinta, dan tak lupa menebarkan kebahagiaan tersebut.
Buat yang tahun ini sedang mendapat
ujian hidup, sabar sabar dan selamat ya, berarti menjadi manusia terpilih yang akan naik tingkat, amin.

2015/01/img_6754.jpg

Advertisements